Post #18 – Upacara Bendera Yang Serba Ceria – Pengalaman Menghadiri Upacara Penurunan Sang Saka Merah Putih di Istana Negara

Categories Diary, Personal

Rasanya sudah lama sekali saya gak ikutan upacara bendera. Hari ini saya ikut upacara lagi! Gak tanggung-tanggung, lokasi upacara adalah di Istana Negara!

 

“Teteh! Mau ikut ke upacara bendera di Istana gak?”

Begitu sapa seorang teman saya melalui teks WA. Ah tentu saja saya mau!

Rasanya sih, terakhir upacara itu tahun 1997 di Konjen RI Perth – demi makan siang gratis. Jadi untuk bisa ikutan upacara di Istana dengan Presiden yang saya pilih di PEMILU lalu, pasti bikin saya semangat.

 

Kami kebagian upacara sore – untuk penurunan bendera. Dari pagi saya sudah galau. Pakai baju appaaaaa??? Saya punya kebaya merah berpayet, andalan kalau pergi ke undangan di mana pun. Tinggal gonta ganti kain aja. Kebaya merah ini saya anggap keren dipadu dengan kain warna apa saja. Tapi saya juga punya alternatif baju bodo khas Bugis. Warnanya biru ngajedod, seragam pernikahan keponakan – karena pernah lama tinggal di Sulsel saya selalu bangga kalau bisa pakai baju khas Sulsel.

Berbaju Bodo Khas Sulsel dengan ‘si orang Solo’ / photo by @edwardsuhadi

Akhirnya pilihan saya jatuh pada si baju bodo biru dan kain sarung Bugis pink. Kenapa sih saya rewel dengan pakaian untuk ke Istana? Selain karena ini KE ISTANA, tentu saja karena di upacara bendera tahun ini, Presiden Jokowi bikin acara lebih seru lagi dengan mewajibkan semua hadirin mengenakan pakaian adat. Maka yang hadir pun ternyata gak sekadar datang pakai baju seperti mau ke kondangan. Semua tampil pol-polan.

 

Siaran televisi di upacara pagi membuat hati saya hangat. Gimana gak seru! Instruksi presiden ini ternyata ditanggapi riang gembira oleh berbagai pejabat negara! Mulai dari menteri, ketua partai hingga mantan Presiden, semua hadir dengan pakaian serba indah yang dramatis. In full regalia!

 

Makin seru lagi karena ada hadiah untuk best dress! Hadiahnya adalah… sepeda dari Presiden! Hahahhahahah. Salah satu pemenangnya adalah Ibu Tito Karnavian yang hadir dengan pakaian adat Papua. Lihat betapa kerennya si Ibu! Detail sekali sampai tas kecil yang dibawanya pun terbuat dari anyaman.

 

Disclaimer: Photos are not mine. Saya mendapatkan photo-photo di bawah ini di internet sehingga tidak bisa menampilkan nama fotografernya. Bantu kabari saya kalau punya infonya ya.

 

Ibu Menteri Susi yang selalu rock n roll! (photo is not mine)

 

Ibu Tito layak dapat sepeda! (photo is not mine)

 

Dari masa lalu ke masa kini. Presiden dan Wakil Presiden Indonesia – beserta pasangan. (photo is not mine)

 

Saya termasuk orang yang jengah dengan hobi Presiden Jokowi doyan berkostum. “Apaan sih Pak? Heboh gak jelas!” – begitu biasanya komentar saya kalau lihat Pak Jokowi dengan topi-topi daerah yang serba ekstrim untuk ukuran saya. Tapi kali ini, saya serius harus bilang ide Pak Jokowi brilian.

 

Upacara bendera ini – upacara militer. Jaman dulu semuanya terasa serba kaku dan formal. Tapi kali ini, upacara tetap berlangsung dengan personel militer, tapi suasana begitu riang gembira! Aneka warna, motif dan bentuk dari pelbagai penjuru tanah air betul-betul membuat hati hangat.

 

Kami tiba di Istana sekitar pukul 3 sore. Saya siap dengan sendal jepit karena perlu jalan jauh yang gak mungkin bisa saya lakukan dengan pump shoes goldie kesayangan. Begitu masuk area Istana, saya dan Mas Dondi langsung menuju photobooth! Norak banget sumpah! Tapi bukankah saya punya tagar #norakbahagia? Justru bagian dari antri, pose, cengengesan dan ambil photo instannya inilah yang bikin ketawa dari awal.

 

Lanjut kami menuju area duduk di samping halaman Istana. Setelah pindah duduk 2 kali akhirnya kami menemukan area duduk dekat AC sehingga adem deh gak jadi meleleh. Tak lama kemudian sahabat kami Edward Suhadi – kamu pasti mengenali dia sebagai Aming dari film Cek Toko Sebelah – datang dan duduk bareng.

 

Acara dibuka dengan marching band dan tari-tarian. MC kesayangan Iwet Ramadhan dan Novita Angie pun membawakan acara dengan santai, renyah, penuh kegembiraan. Saat Tulus naik ke atas panggung untuk mengisi acara, bagian depan panggung kelihatan rada rusuh. TERNYATA PRESIDEN DATANG! Bukan sekadar nongol, si Bapak jalan-jalan santai mengelilingi halaman Istana untuk bersalaman dan berphoto dengan para tamu. Heboh lah seluruh area Istana!

 

Presiden dan rombongan gak berhenti di situ dong. Beliau jalan sampai ke luar! Gerbang Istana dibuka! Pengunjung umum yang gak mendapatkan undangan dan berdiri di luar area Istana langsung berteriak gembira. Presiden betul-betul ditunggu oleh khalayak ramai.

 

Upacara penurunan bendera sendiri berlangsung khidmat dan singkat. Suasana hati begitu teduh saat berdiri dan menghormati bendera – sambil diiringi lagu Indonesia Raya, ah ini ternyata memang rasa yang saya butuhkan untuk mengobati hati.

 

Acara ditutup dengan pengumuman pemenang best dress sesi sore. Pemenang kali ini adalah seorang kepala suku dari Papua dan dari kepulauan di Sulawesi Utara. Kedua bapak ini mengenakan pakaian adat yang epic banget. Seluruh halaman Istana bergemuruh dengan tepuk tangan ketika keduanya naik ke atas podium untuk bersalaman dengan Presiden dan Wakil Presiden.

 

Ini memang bukan upacara bendera saya yang pertama. Waktu ikut upacara di Australia, tepat sesudah reformasi, suasana upacara terasa syahdu hingga saya menangis. Upacara di Istana Negara kali ini gak bikin saya menangis. Tapi saya melihat begitu banyak wajah optimis dan bahagia untuk hadir bersama dengan begitu banyak perbedaan di antara kita.

 

Suasana upacara bendera lebih terasa seperti pesta kostum orang sipil. Upacara bendera berhasil jadi bagian khalayak ramai – bukan hanya milik militer. Instruksi mengenakan pakaian adat ini ternyata berhasil memenangkan hati banyak orang! Ternyata kami memang sedang membutuhkan rasa saling memiliki.

 

Edward, Dondi, Ligwina, Daniel, Cheryl, Poltak – Berbeda tetapi tetap Indonesia / @mrshananto

Seperti photo sahabat-sahabat saya ini. Kami berbeda, tapi kami satu. Kami Indonesia.

Alhamdulillah.

***

 

One thought on “Post #18 – Upacara Bendera Yang Serba Ceria – Pengalaman Menghadiri Upacara Penurunan Sang Saka Merah Putih di Istana Negara

  1. ternyata bukan saya aja yg suka sebel liat pak Jokowi pake kostum. aneh2…tp stlh dipikir2 beliau presiden semua suku di indonesia, kostum yg beliau pake justru nunjukin bahwa emang negara kita beragam…
    envy bener2 envy liat upacara kemerdekaan hr ini, cm bisa mantau dr youtube itu udah cukup bikin bahagia.
    Indonesia msh sangat layak dibanggakan 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *