Post #17 – Belajar Jadi Financial Literacy Provider

Categories Diary, Personal

Hari ini saya belajar lagi tentang bisnis saya.

Transformasi QM Financial menjadi Financial Literacy Provider sungguh membuat saya belajar banyak sekali. Ini tahun ke-14 sejak saya mulai mendirikan cikal bakal QM Financial. Tapi ternyata proses belajar itu justru semakin banyak yang harus saya lalui.

 

Belajar lagi / picture from pixabay.com

 

Dulu bisnis kami sebagian besar menyediakan jasa konsultasi. Sekarang lebih banyak bergerak di bidang pelatihan. Kalau dulu sangat ritel, sekarang lebih banyak ‘grosir’ alias korporasi. Sebetulnya dasar yang saya pelajari adalah sama.

 

Apa kebutuhan klienmu? Penuhi kebutuhannya dan bisnismu akan bergerak!

 

Dulu bisnis ritel mengharuskan tim QM kenal pada individu klien yang sedang berkonsultasi. Dengan porsi klien korporasi yang lebih banyak, tim QM jadi harus belajar kenal dengan kebutuhan perusahaan lain.

 

Apa sih pentingnya perusahaan lain berkenalan dengan QM Financial?

Urusannya ternyata bukan sekadar apa yang bisa kami berikan kepada klien korporasi. Urusannya adalah apa problem yang sedang dihadapi klien korporasi ini dan bagaimana QM Financial bisa membantu memberikan solusi problem tersebut. Beda approach lho.

 

Kalau dulu kenalan dengan klien korporasi itu bawa daftar apa yang bisa kami kerjakan, sekarang kami datang dan berkenalan dulu – mendengarkan kebutuhannya dulu – baru bisa berdiskusi. Dengan begitu pelatihan yang bisa kami berikan tidak pernah bisa standar. Otak kami harus cepat berputar dan memikirkan variasi yang bisa kami tawarkan. Kreatifitas pun menjadi sangat penting! Lebih seru lagi nih, karena artinya urusan sontek menyontek proyek akan lebih sulit dalam kompetisi bisnis.

 

Sekali waktu saya bertemu manajer investasi dan diskusi tentang bagaimana mereka butuh bantuan menambah jumlah investor. Di kesempatan lain saya bertemu dengan perusahaan transportasi yang memiliki program sosial untuk karyawannya. Lain lagi dengan sebuah bank yang ingin berdiskusi bagaimana mengajarkan financial planning kepada frontliner-nya.

 

Kelebihannya adalah saya bertemu lebih banyak orang, sehingga bisa mewujudkan lebih banyak variasi pelatihan. Kelemahannya, ada proses diskusi lebih panjang. Tidak semua hasil pertemuan bisa terkonversi menjadi penjualan. Tapi begitu klik, semuanya langsung lancar karena problem yang sedang klien hadapi, langsung berjodoh dengan solusi yang sudah didiskusikan.

 

Kalau kamu seorang pemilik bisnis – sudahkah kamu mendengarkan apa kebutuhan pembeli? Sejauh mana kamu mendengarkan? Jangan sampai urusan penjualan kita melulu soal kehebatan kita sendiri. Padahal sebetulnya, fokus kita adalah: PEMBELI.

 

Kira-kira proyek pelatihan seperti apa yang menanti kami di depan ya?

Siapa tahu kamu bisa ikutan pelatihannya nih!

Silakan mampir ke www.qmfinancial.com dan follow Twitter/IG @QM_Financial untuk tahu kegiatan kami selanjutnya!

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *