Liburan Keluarga. Visit Belitung Part 2 – Island Hopping!

Categories Travel + 3 Kids
Dari puncak mercu suar Pulau Lengkuas - Belitung.
Dari puncak mercu suar Pulau Lengkuas – Belitung.

 

Hanantos ini gerombolan yang susah siap di pagi hari. Saya dan si Ayah sih bawaannya mau lari pagi aja. Tapi anak-anak senang sekali bermalas-malasan di hotel saat sedang berlibur. Jadi walaupun kami termasuk orang yang selalu bangun sangat pagi, kami jarang bisa cepat siap di pagi hari.

 

Akibatnya… kami hampir ketinggalan Pulau Pasir. Seharusnya kami berangkat pukul 9 tetapi kami baru berangkat pukul 10. Pantai tempat perahu berlabuh nampak kosong! Menurut Pak Erik, supir sekaligus guide selama kami di Belitung, hari ini semua perahu sudah melaut. Kami hampir kehabisan lho. Untungnya Pak Erik sudah booking dari kemarin.

Hanantos berlayar!
Hanantos berlayar!

Hanantos pun berlayar. Ade agak ketakutan dan minta dipeluk oleh Ayah. Mas memutuskan duduk bersama Pak Erik di bagian belakang perahu. Saya dan Kakak duduk bersama menikmati angin dan bau laut yang sangat khas.

 

"Mamah lihat, ada Patrick!" :))
“Mamah lihat, ada Patrick!” :))

Perhentian pertama kami adalah Pulau Pasir. Dulunya ini adalah atol, terumbu karang yang sudah mengeras, lalu terhempas ombak hingga pecah berkeping-keping menjadi pasir. Jadi pasir yang kita jumpai di sini bentuknya bukan bebatuan tetapi serpihan terumbu karang. Saat surut, kita bisa bermain-main di atas hamparan pasir putih. Begitu pasang, pulau ini pun lenyap ditelan lautan. Kami hampir kehilangan kesempatan bermain di atas pasir. Saat mencapai Pulau Pasir, air sudah naik mencapai mata kaki. Tapi sensasinya memang ajaib. Seperti berdiri di tengah lautan! Karena airnya dangkal, Ade boleh berenang dengan gembira. Ada arus yang cukup kuat jadi nelayan yang menjadi nahkoda perahu mewanti-wanti agar kami selalu mengenakan pelampung.

 

Banyak sekali perahu berlabuh di Pulau Pasir. Ada yang robongan kantoran. Ada juga yang rombongan keluarga. Semua berhamburan menikmati renang cimit-cimit di air dangkal sekitar Pulau Pasir. Penduduk asli Pulau Pasir adalah bintang laut. Bintang laut ini besar dan kokoh sekali. Saya takut melukai mereka dan buru-buru minta Pak Erik mengembalikan bintang laut ini ke atas pasir.

 

Perhentian berikutnya adalah Pulau Berlayar. Dari kejauhan kita bisa melihat onggokan batu karang yang bentuknya… seperti layar. Itulah asal usul nama Pulau Berlayar. Pulaunya sangat kecil, pelancong berhenti di sini untuk berphoto. Kami pun tak ketinggalan.

Bukan Burkini hahahah...
Bukan Burkini hahahah…

 

Selama di Belitung, kami memang banyak sekali menemukan batu-batu besar, seperti batu kesukaan Obelix. Pantas saja struktur Belitung begitu cantik dan serba dramatis.

Batu besar Pulau Berlayar - Belitung.
Batu besar Pulau Berlayar – Belitung.

 

Snorkeling!
Snorkeling!

Ini dia pulau tujuan utama kami. Pulau Lengkuas adalah pulau terluar yang ukurannya lebih besar dibandingkan dengan pulau-pulau sekitarnya. Ada sebuah mercu suar berdiri di tengah Pulau Lengkuas, siap menghalau perahu yang sedang berlayar agar tidak karam menabrak berbagai pulau kecil di sekitarnya.

Perahu kami mengitari Pulau Lengkuas dan berhenti bersama belasan perahu lain. Ini dia lokasi snorkeling yang kami tunggu-tunggu. Air yang sangat hijau tersedia untuk kami eksplorasi bersama. Mas dan Kakak langsung terjun dan sibuk meliat pemandangan di bawah laut. Pemandangan di Pulau Lengkuas memang berbeda pengalaman kami snorkeling di Pulau Rubiah, Aceh. Terumbu karang di Pulau Rubiah lebih berwarna dengan ikan-ikan yang juga beraneka warna. Di Pulau Lengkuas, ikan-ikan yang kami temui lebih kecil dan terumbu karang berstruktur lebih gagah. Tak lama kemudian, Ade yang awalnya takut dan tertinggal di atas perahu, akhirnya mau terjun juga dan ikut terapung-apung bersama.

 

Puas berenang, anak-anak sudah kelaparan. Perahu mengarah ke tepi pantai Pulau Lengkuas. Hamparan pasir sudah menunggu kami. Pemandangan mercu suar pun menyambut seperti sebuah lukisan. Mas dan Ayah berlomba menuju mercu suar. Cewek-cewek yang sudah cape memutuskan menggelar handuk dan piknik di bawah pohon kelapa.

Lunch with a view!
Lunch with a view!

 

Pukul 3 kami mengakhiri island hopping hari itu. Pulangnya ombak sudah besar dan perahu kami terombang ambing dengan kuat. Ayah yang biasanya mudah mabuk laut tumben banget kuat-kuat aja hari ini. Mas berupaya gak menunjukkan rasa takut. Kakak mulai menangis. Ade? Tidur dengan tenang hahahaha… Kalau mau menikmati main di laut ya harus berkenalan dengan ombak dong!

Inilah alasan kami sampai ke Belitung! Mengajak anak-anak bermain outdoors. Puas banget sudah berlayar, main pasir, snorkeling dan makan siang dengan view cantik!

This is definitely the highlight of our visit to Belitung.

Kirain sudah selesai keasyikan Belitung. Tapi ternyata, Belitung masih menyimpan keasyikan lagi untuk kami. Lanjut baca di sini: Visit Belitung Part3

 

~ Ligwina

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *