Liburan Keluarga. Visit Belitung Part 1 – THE BASICS!

Categories Airlines, Hotels, Restaurants, Travel + 3 Kids

Ayah: Liburan yuk! Ke mana yaaa…

Mamah: Asyik. Ke mana nih? Malang? Bali? Lombok?

 

Hayyah! Jadwal liburan Lebaran kami berantakan. Traveling dengan 3 anak butuh hati yang lebih sabar. Jadi kami berusaha mengurangi stress perjalanan sebisa mungkin. Apalagi ini musim libur Lebaran. Bandara Sukarno-Hatta udah kayak pasar!

 

Niatnya kami mau ke arah Timur. Tapi Gunung Raung sedang batuk-batuk. Musim libur Lebaran yang memang padat dengan pemudik semakin menjadi dengan asap vulkanik. Berita penutupan bandara dan delay pesawat memupuskan harapan liburan ke arah Timur. Kami pun menoleh ke arah Barat. Ke mana yaaaa… Hey ada BELITUNG!!!

Kami sampai di BELITUNG!
Kami sampai di BELITUNG!

 

Saya dan Si Ayah (alias Mas Bebeb) lantas bertukar informasi hasil riset. Lalu kami menyusun itinerary bersama. Saya menemukan blog Mbak Tesya @tesyasblog http://www.tesyaskinderen.com. Mbak Tesya ini sering banget sharing tentang perjalanannya dengan anak-anak. Thanks ya Mbak Tesya, blognya bermanfaat banget! Saya ingin  nyobain juga glamping (glamorous camping)  yang diceritakan di blog!

 

Transportasi

Untuk pesawat ada beberapa airlines yang beroperasi. Tentu saja ada Garuda Indonesia. Kita bisa juga memilih Citilink dan Sriwijaya Air. Jakarta – Belitung hanya membutuhkan penerbangan 50 menit saja. Painless! Terbang sebentar langsung sampai di surga pulau tropis? Ke mana aja sih saya selama ini gak mampir Belitung? Untuk harga tiket, gak terlalu mahal. Tapi gak bisa murah meriah juga. Apalagi saat itu kami berangkat persis setelah Lebaran. Semua penerbangan fully booked. Kami gak kebagian tiket pulang, sehingga harus menambah 1 hari menginap.

Selama di Belitung, paling nyaman ya sewa mobil dengan supirnya. Supir sekaligus guide ini orang yang sudah biasa bawa tamu di Belitung. Supir / guide kami bernama Pak Erik, warga Tanjung Pandan keturunan Tionghoa. Menurut Pak Erik keluarganya biasa berdagang. Baru dia yang memutuskan terjun ke dunia hospitality dan mengurusi kebutuhan turis.

 

Hotel

Salah satu hotel paling hiets di Tanjung Pandan adalah Hotel BW Suite. Dahulu hotel ini dioperasikan oleh Aston. Jadi bisa dibayangkan ya standarnya seperti apa. Hotel BW Suite terletak di pinggir pantai  yang saat surut memamerkan hamparan pasir lumpur. Salah satu fitur utama hotel ini adalah kolam renang yang terletak di pinggir hotel berhadapan dengan pantai.

Kami memilih kamar suite room. Bukan apa-apa. Ini libur Lebaran kan. Jadi… GAK KEBAGIAN KAMAR NORMAL DONG! Huuft…

Kamar tidur di BW Hotel Belitung.
Kamar tidur di BW Hotel Belitung.

 

Ada sofa, penting ini!
Ada sofa, penting ini!

Tapi sebetulnya ini sering juga kami jadikan trik.

TIPS TRAVELING DENGAN 3 ANAK (yang salah satunya sudah remaja) : cari apartment style condotel atau suite room! Mas yang tingginya sudah 165cm, tidak bisa lagi tidur sharing dengan Kakak dan Ade. Terus nanti Ayah ditaro di mana? Ya udah paling enak memang menginap di apartement-style condotel atau di suite room hotel sehingga bisa tidur di sofa yang luas tanpa menambah extra bed.

 

Kami cukup puas dengan Hotel BW Suite, Tanjung Pandan. Perubahan manajemen belum terasa karena baru terjadi dalam minggu itu. Gak tahu ya kalau sekarang.

Kamar hotel terasa masih baru. Room service yang enak. Mamah paling suka… seperti biasa ya.. kamar mandinya!

Kamar mandi mewah banget!
Kamar mandi mewah banget!

 

Whoa toiletnya di BW Hotel Belitung.
Whoa toiletnya di BW Hotel Belitung.

Ada sewaan sepeda. Kolam renang kecil sih, tapi langsung menghadap pantai. Yang anak-anak saya paling suka, breakfast buffet serba lengkap.

Pool by the sea!
Pool by the sea!

 

Pilhan hotel lain di Tanjung Pandan adalah Grand Orion dan Max One Hotels.

 

Makanan

Makanan di Belitung terdiri dari kombinasi aduhai pertemuan cita rasa Melayu dan Cina. Salah satu yang paling enak adalah Mie Atep! Isinya udang dan sayur toge. Mienya disajikan hangat dengan kuah seafood. Lengkap nikmatnya bersama jus jeruk nipis. Slurp! Eh katanya Mie Atep ada di BSD lho! Dekat Eka Hospital. Kayaknya perlu nih bawa anak-anak ngerasain Mie Atep di Tangerang!

Ada lagi restoran sangat terkenal Tempoe Doeloe. Resto ini menyajikan makanan khas Melayu. Semua orang bilang, kami harus ke sini. Tapi hari itu anak-anak sangat lelah dan memutuskan leha-leha di hotel sambil order room service.

Mie Atep aseli!
Mie Atep aseli!
Kayak gini lho bentuk Mie Atep.
Kayak gini lho bentuk Mie Atep.

 

Nasi rames ayam bakar. Ini saya beli di sebuah halaman rumah orang. Nasi ditata di atas daun bokor. Beda dengan di Pulau Jawa yang menggunakan daun pisang sebagai alas makan. Di Pulau Sumatera, daun bokor lebih populer. “Tinggal metik di belakang rumah Kak!” begitu komentar ibu penjual nasi rames saat turis Jakarta ini penasaran dengan bentuk daun yang berbeda. Warungan begini menyediakan ramesan yang enak banget. Kami berhenti di sini sebelum menuju tempat perahu bersandar untuk island hopping.

Daun apa ini? Tinggal metik Kak!
Daun apa ini? Tinggal metik Kak!

 

Ngiler gak? Seafood di Belitung!
Ngiler gak? Seafood di Belitung!

Belitung tentu saja penuh dengan variasi restoran yang menyediakan seafood. Mau gaya apa aja ada. Ikan, kepiting, kerang, cumi, gurita, hingga bulu babi. Sayangnya kami tidak sempat photo dengan jejeran pesanan seafood ini. Keburu habis dilahap!

 

Tempat Wisata

Belitung adalah sebuah pulau besar. Butuh waktu lho untuk bisa mengunjungi keseluruhan pulau. Bandara berada di Tanjung Pandan, kota utama di Belitung bagian barat. Di  sisi ini kita bisa mengunjungi Pantai Laskar Pelangi yang kesohor menjadi background shooting film adaptasi novel termasyhur tersebut.

Selain itu kita bisa juga melakukan kegiatan island hopping. Sebaiknya booking perahu terlebih dahulu. Ini kegiatan favorit kami selama di Belitung. Butuh waktu seharian untuk bermain dan berlayar. Jadi seluruh hari kedua kami habiskan sebagai anak laut.

Hari ketiga kami menuju Belitung Timur. Ingat kan Ikal – tokoh jelmaan Andrea Hirata itu orang Kampung Gantong. Eh ada lagi yang orang Belitung Timur… Koh Ahok Gubernur idola warga DKI! Anak-anak sudah menghabiskan buku Laskar Pelangi sebagai bacaan wajib. Sudah juga menonton film dan teater musikalnya. Perfect! Di Belitung Timur kami bisa mengunjungi replika Sekolah Miring dan Museum Kata Andrea Hirata.

Mahal? Gak sih. Murah? Jangan!

Sekalian aja dibikin murah supaya gak terlalu banyak orang yang bisa sampai ke Belitung!

Kenapa? Satu hal yang bikin saya patah hati tentang Belitung adalah… SAMPAH!

Sampah di pantai-pantai Belitung bikin saya mangkeeeeel! Di Pantai Laskar Pelangi saya menghabiskan 40 menit sendiri memunguti sampah yang bertebaran. Kalau begini caranya, lebih baik dibikin mahal sekalian aja lokasi wisata sekeren Belitung. Supaya untuk berangkat udah keburu mules mikir dan gak berani buang sampah sembarangan!

 

Ayo dong Belitung!

Jangan sampai pantai-pantai cantikmu jadi tempat pembuangan sampah.

Gak enak ya nutupnya jadi tentang sampah… biar deh.

Semoga cerita panjang bikin orang mikir sebelum pergi ke Belitung. Kalau akhirnya buang sampah mending gak usah datengin lokasi-lokasi khusus. Belitung gak butuh turis tukang nyampah. Belitung butuh turis yang menikmati pulau mereka.

Selamat membaca lanjutan perjalanan kami VISIT BELITUNG Part2 dan VISIT BELITUNG Part3.

 

~ Ligwina

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *