Kalian yang Suka Hina-Hina Selebtwit dan Selebgram, Kalau Tahu Berapa Penghasilannya Jangan Nangis Yah! – Post #88

Categories Diary, Others, Personal
Source: Pixabay

 

 

Hasil bikin simulasi dengan seleb daring nih, baik selebtwit maupun selebgram. Sebuah pengalaman berharga.

 

Dulu yang banyak dihina itu artis sinetron kejar tayang. Gini deh. Biarpun lo gak suka sama sinetronnya, jadi artis sinetron itu kerjaan susah banget lho. Kerja long hours. Nunggu berjam-jam. Harus menghapal skrip. Jadwal kerja setiap hari dengan jam gak jelas. Kemungkinan besar gak ketemu pergaulan selama berminggu-minggu. Hasil kerjanya pun dengan angka fenomenal.  Kamu bisa jengkang.

 

Beda tipis. Sekarang giliran seleb daring di Twitter dan Instagram yang suka dapat hinaan. Sadar gak komitmen tinggi seperti apa yang dibutuhkan seseorang untuk bisa secara konsisten terus menerus bikin konten yang bagus hingga dipercaya berbagai brand? Yeah baby! Nangis aja lah kalau kamu mau hina-hina seleb daring itu. Sementara kamu sibuk berusaha menjatuhkan dia, dia beli mobil bisa cash aja gitu. Jeng jeng.

 

Biasanya asal usul hina dina profesi lain itu berawal dari sombong.

Menurut KBBI, sombong berarti begini.

 

sombong/som·bong/ a menghargai diri secara berlebihan; congkak; pongah

 

Apa sih? Merasa lo lebih hebat? Merasa pekerjaan si seleb daring itu ‘gampang’?

Intinya sih memang soal ego segede gunung karena gak tahan lihat orang lain bisa berhasil dengan upaya yang kesannya gampang banget. Padahal kalau kita kerjain sendiri, bisa modyar. Bahkan dengan pekerjaan yang sama belum tentu hasilnya sama lho dengan hasil kerja para seleb daring itu!

 

Profesi lain yang juga suka disinisin adalah… PNS! Aparatur Sipil Negara – begitu istilah masa kininya. Untuk kamu yang PNS – pasti sudah hapal bagaimana profesimu diremehkan. Susah lah. Imaji zaman dulu PNS itu begini begitu. Padahal sekarang gak lho. Pikirin gini aja. Si orang yang suka meremehkan itu, gak tahu kalau kamu lah yang urus anggaran. Kamu lah  yang suka bikin kegiatan di departemen. Kalau dia tahu, mau juga kali dia duitnya! Hahahaha. Untuk yang satu ini, hasil ngobrol dengan seorang PNS yang bertugas menyusun daftar narasumber bimtek institusi pemerintah. Dia akhirnya memilih mencoret seorang narsum karena kerjaannya hina-hina PNS. Bite the hand that feed you eh?

 

Kuncinya: yang penting halal! – @ninityunita

 

Sirik tanda tak mampu?

Klasik banget ya. Menurut gue sih, hina-hina kerjaan orang itu akan berbalik sendiri. Contoh sederhananya, kalau gue berani-berani hina motivator – eits penghasilan mereka bisa 5 x penghasilan gue! Hahahahah.

 

Jadi buat kamu yang lagi DIHINA DINA pekerjaannya, angkat dagu lah sikit.

Yang menghina itu, bisa kaing-kaing kalau tahu berapa hasil pekerjaanmu.

 

Mau contoh?

1 sinetron Rp25.000.000 per episode, x 5 hari tayang x 4 minggu. You dig?

1 posting antara Rp1.000.000 sampai Rp15.000.000.

Ada kaing di antara kita?

 

Sebuah catatan saat pikiran random teringat simulasi PLAN untuk para seleb daring nan fenomenal itu!

-lig-

2 thoughts on “Kalian yang Suka Hina-Hina Selebtwit dan Selebgram, Kalau Tahu Berapa Penghasilannya Jangan Nangis Yah! – Post #88

  1. Halo mbak Wina, kadang kita mengkritisi bukan krn sombong. Saya gak gitu respek dengan profesi, yg sekalipun menghasilkan banyak uang, tetapi pekerjaannya tdk memberi manfaat positif kpd masyarakat. Contoh: pemain sinetron yg sinetron tdk bermutu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *