Bisnis Kamu Disalip Kompetitor? Tulisan Ini Tentang Rezeki Yang Gak Tertukar Plus Musti Ngapain Saat Bisnis Mentok – Post #87

Categories Diary, Personal

“Aduh sebal banget. Udah bikin proposal bagus-bagus kok diambil begitu aja sama orang lain!”

Dalam pekerjaan, bisnis atau jadi karyawan pasti deh ngerasain yang kayak gini. Dulu sih marah. Sekarang (mungkin sudah lebih tua ya neyk) bisa woles. Pekerjaan itu kan punya akuuuuh! Eh emang punya kamu gitu?

 

Percaya deh.

Rezeki gak tertukar.

Meski kamu pikir orang ada yang curang kek, nyalip kek, apa kek.

Mending bebasin diri dari pikiran kayak gitu!

 

Udah gue buktikan berkali-kali.

Pernah ada proyek training andalan. Kami gak dipilih lagi. Disingkirkan karena ada provider lain. Alasannya kemungkinan, kami lebih mahal. Wajar kan pembeli pilih harga lebih murah. Kecewa? Boleh. Baper? Jangan! Ikhlasin! Begitu omongan gw ke tim anak kantor.

Tahun berikutnya, proyek training itu balik lagi ke kami – dengan komentar kualitas kami lebih bagus. Peserta lebih puas. Gak dipindah ke provider lain selama 3 tahun.

 

Pernah juga nih. Lagi ngerjain proyek training roadshow 1 kota tiap minggu. Lagi cape banget. Eh ada tawaran proyek lain lagi. Lebih banyak kota. Udah semangat. Tahunya dikasih ke orang lain tanpa penjelasan. Bingung? Jelas. Sedih? Iya. Soalnya gue suka banget sama proyek itu. Tapi anti baper kalau soal kerjaan. Karena yakin rejeki ada yang atur. Gak bakal tertukar.

Ongkang-ongkang kaki satu minggu. Minggu berikutnya datang proyek training lain lagi. Beda lagi. Tapi sekarang malah jadi 2 kota per minggu. Eh gimana? Oh pantesan gak dapat proyek yang minggu lalu ya? Ternyata ada yang menunggu di depan. Energi gue dipilihkan untuk kerjaan yang lain.

 

Saat kerjaan pindah ke orang lain, karena mereka lebih bagus. Ya harus diterima juga. Hadapi kenyataan kalau orang lain lebih bagus. Sanggup gak nurunin ego untuk mengakui orang lain lebih bagus? Jadi ini semua tentang ego.

 

Kalau dagangan gak laku? Salah siapa?

Salah sendiri lah! Punya bisnis pasti penuh perasaan. Kalau bisnis kecil mah semua jiwa raga tumpah di situ kan. Banyak ego kecolek dikit blaaar! Tapi gak ada lho salahin orang. Hadapi!

 

Gue lagi banya ketemu pemilik bisnis yang kalau mumet kerjaannya nyalahin orang lain. Padahal kata mentor gue, ikutin 3 langkah ini:

 

 

  • Bercermin

Proses terberat adalah berhenti bohong sama diri sendiri. Afirmasi bagus. Tapi afirmasi sambil kenyataan gak sama namanya bohong sama diri sendiri. Tersesatlah jiwa kalau terus menerus gak jujur sama kenyataan hidup. Gue malah percaya kalau bisa menerima kenyataan, sadar sama kondisi sesungguhnya, malah bisa menerima semua positif dan negatif yang sedang terjadi. Bukan sekadar teriak-teriak “Bisa! Bisa! Bisa”. Justru saat sadar “Eh gue gak bisa ini!” maka ego akan runtuh dan mengakui diri “Woi gue bego topik yang ini, perlu belajar ke mana ya?”.

 

  • Cek ke pelanggan

Banyak pemilik bisnis merasa bisnis itu tentang dirinya, egonya. Padahal kenyataannya bisnis itu tentang menghasilkan uang. Menghasilkan uang dengan cara menyelesaikan masalah hidup orang lain. Nah si orang lain ini adalah pelanggan kita. Bukan sekadar pembeli 1 x lho. Tapi pelanggan yang memang diharapkan (dan seharusnya sudah) bolak balik ke kita lagi. Banyak belajar pada pelanggan. Banyak bertanya pada pelanggan. Sebetulnya mereka butuh apa dari kita?

 

Pas lagi mentok-mentoknya, gue ngobrol dengan Aldi – founder Ruma. Nasihat terbaik yang pernah gue terima sebagai pemilik bisnis adalah nasihat dari Aldi itu.

 

“Coba ngobrol dengan pelanggan, duduk bareng dengan mereka, cek mereka butuhnya apa. Semua jawaban ada di sana.” – Aldi, founder Ruma.

 

  • Ulang lagi dari atas

Sudah jalanin nomor 1 dan nomor2, ayo balik lagi ke atas! Hehehe. Saat akhirnya roda berputar dan kita udah gak merasa mentok, bukankah kita tetap harus cek lagi bercermin pada diri, apa yagn harus kita benahi? Sekali lagi kita pun harus fokus pada sang pelanggan. Apakah kita sudah menyelesaikan masalah hidup dia? Bagaimana caranya supaya masalah hidup dia beres lebih cepat lagi?

 

OK balik lagi. Soal rezeki gak tertukar. Rezeki itu gak selalu berbentuk uang. Banyak sekali kejadian yang menunjukkan kalau rezeki itu juga termasuk indahnya dikelilingi rekanan yang baik, network yang selalu mendukung dan ide yang melimpah.

Ntar lagi kalau ada yang curang kek, nyalip kek. Bikin pagarnya dong supaya kecewamu bisa diserap. Ada SOP. Ada pakta integritas. Ada seleksi kerja sama dengan siapa aja. Ada aturan asosiasi. Tapi yang lebih penting jangan biarkan hatimu tercemari ikutan sikut-sikutan.

 

Pasti nih ya ada yang bilang ini.

“Yah kalo gak ikut perang, gimana mau ‘menang’ bisnisnya? Harus sanggup sikut sana sini dong.”

 

Oh maksudnya seperti kata Donald Trump ya?

“It’s nothing personal. It’s just business.”

 

Emang kata siapa harus menang. Kayak lari marathon gitu lho. Bukan siapa yang menang tapi soal siapa bisa finish bertarung dengan diri sendiri. Tanpa harus nyikut kiri kanan bisa lho. Kalau bisnis itu soal menang kalah, gue mending gak usah menang. Sono ambil trophy-nya. (Emang ada trophy ya hahahahah)

 

Gue lebih suka menyelamatkan diri sendiri daripada jadi ngaco. Jadi ya permisi aja. Gue memilih gak mau kayak Donald Trump!

 

Bercermin. Yg terlihat di cermin itu lebih penting kamu jagain daripada kemenangan sesaat dengan cara yang gak bener.

 

Sumpah ini bukan ngomongin politik kok. Eh. Hahahahahahah!

 

Stay strong people. But more importantly, be gentle to your heart.

-lig-

10 thoughts on “Bisnis Kamu Disalip Kompetitor? Tulisan Ini Tentang Rezeki Yang Gak Tertukar Plus Musti Ngapain Saat Bisnis Mentok – Post #87

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *