1 Hari Jalan-jalan di SEOUL!

Categories Travel + Work

Saya belum pernah lho ke Korea.

Lalu Bank Mandiri, lewat program Mandiri Sahabatku, membuat pelatihan untuk para buruh migran Indonesia (BMI) di Korea. Saya kegirangan ketika mendapat kabar saya terpilih sebagai salah satu pembicara dalam pelatihan tersebut.

Cerita tentang kumpul-kumpul orang Indonesia di Korea Selatan, bisa dibaca di http://www.qmfinancial.com

 

Singkat kata, saya berangkat ke Korea Selatan! Hore!

Cranky traveler tentu tidak suka pergi sendirian. Sampai di Seoul, Mbak Fitri dari Bank Mandiri bersama Ian dan Junie dari komunitas buruh migran di Korea Selatan sudah  menjemput. Setelah acara dengan buruh migran saya pun sempat jalan-jalan dengan tim Bank Mandiri. Tetapi mereka pulang keesokan harinya. Tinggal lah saya – si cranky traveler – harus cari cara untuk bisa jalan-jalan sendirian di Seoul!

Makan Jjimdak SENDIRIAN! Hahahhaha...
Makan Jjimdak SENDIRIAN! Hahahhaha…

 

Ok. Saya terima tantangan jadi solo traveler jadi-jadian ini. Tentu saja, supaya gak cranky sendirian,  saya sudah siap dengan berbagai macam informasi – ada Deasy sahabat saya ya maniak segala sesuatu berbau Korea. Deasy stand by memberikan petunjuk lewat WhatsApp! Silakan colek Deasy di Twitter: @sideasy / IG: @andieasy untuk jasa travel advisor atau private tutor Korea.

 

POCKET WIFI

Pocket wifi!
Pocket wifi!

Salah satu hal terpenting yang berhasil saya dapatkan infonya dari Deasy adalah: POCKET WIFI! Tidak seperti Singapura atau Hong Kong, membeli kartu telpon di Korea Selatan agak susah. Begitu mendarat di bandara Incheon, urusan pocket wifi ini yang pertama saya bereskan. Gampang banget kok. Tinggal daftar di internet, bayar dengan kartu kredit dan ambil pocket wifi di lokasi yang sudah ditentukan di bandara Incheon. Delivery ke hotel juga bisa. Ini contoh situs yang bisa memberikan layanan pocket wifi: www.pocketwifikorea.com.

 

KARTU SEOUL METRO

Ke mana hari ini ya?
Ke mana hari ini ya?

Apa dong yang bisa saya lakukan hanya dengan waktu 24 jam di Seoul? Deasy membantu saya menyusun tempat-tempat yang bisa dikunjungi. Transportasinya mengandalkan taxi dan subway. Sopir taxi di Seoul gak bisa bahasa Inggris! Tapi ramah dan baik banget. Sebisa mungkin saya gak naik taxi. Tapi untuk ngerti sistem subway juga perlu rada napas panjang.

Petanya memang kelihatan membingungkan. Tapi asal tahu mau pergi ke area mana saja, kita tinggal mengikuti warna railway dan stasiun yang diinginkan. Semua stasiun ada tulisan bahasa Inggrisnya.

 

HAN GANG RUN

Sebagai pelari tentu saja 1 tempat yang wajib saya kunjungi adalah tepian sungai Han. Han Gang yang membelah Seoul ini aslinya keren banget. Tapi saya datang pas winter lagi manja-manjanya. Jadilah lari di tengah hujan!

Saya ke sini naik taxi dan sibuk pakai bahasa Tarzan untuk menjelaskan keinginan lari di pinggir sungai. Kasihan yak orang Jakarta Selatan yang biasanya lari di pinggir Kali Krukut! Napsu bener pingin lari pinggir sungai! Mas-mas ganteng (sumpah doorman hotelnya ganteng banget) di lobby hotel yang jago bahasa Inggris sangat membantu komunikasi dengan om supir taxi.

Sepertinya saya perlu datang lagi – terutama untuk lari di pinggiran Han Gang – saat suasana lebih terang, tidak kelabu dan penuh dengan bunga-bunga. Suatu hari nanti. Tulisan tentang lari di mana-mana bisa dilihat di sini:

http://irunoutdoor.tumblr.com

 

INSA-DONG & SAMCHEONG-DONG

Mall ncil di Insadong. Lafff banget ya?
Mall ncil di Insadong. Lafff banget ya?

Hipster Seoul perginya ke mana sih?

Bisa jadi ke sini. Memory saya tentang Insa-dong adalah matahari yang hangat, langit biru dan kue moci isi strawberrberry. Toko-toko di sini banyak berisi barang-barang yang nyeni. Termasuk mall kecil yang bikin gemes banget berjudul Ssamzie-gil Complex. Mall ini dibangun tahun 2004. Menarik karena bentuknya yang unik dan semi-outdoor. Tidak ada tangga yang menjulang, tapi ramp melingkari seluruh balkon bagian dalam mall ini. Tentu saja saya nyangkut di toko yang menjual cangkir tradisional Korea!

My happy thought: strawberry mochi!
My happy thought: strawberry mochi!

Lepas dari Insa-dong saya jalan-jalan di area Samcheong-dong. Ini area yang cakep banget. Semacam Menteng tapi bisa jalan kaki. Penuh butik, restoran dan tea house. Banyak polisi juga. Cukup membingungkan; ada apa ya? Ternyata rumah Perdana Menteri Korea terletak persis depan tea house yang saya kunjungi.

Dari seberang Ossuloc Tea House Samcheong dong.
Dari seberang Ossuloc Tea House Samcheong dong.

 

BUKCHON HANOK VILLAGE – RUMAH BERGAYA TRADISIONAL KOREA

Bukchon!
Bukchon!

I love history and culture. Sayangnya 1 hari buat jalan itu jatuh di hari Senin. Jadi imut banget deh, kesal karena banyak lokasi penting sarat sejarah libur. Tapi kata @andideasy persis di belakang Samcheong-dong ada area Bukchon Hanok Village. Di area ini penduduknya masih mempertahankan rumah dengan gaya tradisional Korea. Tentunya dengan upgrade di sana sini. Cakep banget deh rumah-rumah di area ini. Seru banget menikmati keluar masuk gang dengan berjalan kaki. Lalu menanti-nanti ada pemandangan rumah cantik apa lagi di balik gang berikut.

Seperti apa ya menginap di rumah tradisional begini?

 

SEOUL N-TOWER LOVE LOCKS

Seoul N Tower
Seoul N Tower

Saya pulang dulu ke hotel dan jalan lagi selepas magrib. Kali ini saya naik subway ke Myong-dong dan mengikuti googlemaps menuju Seoul N-Tower. Jalannya lumayan jauh. Karena sendirian ya asyik aja. Tapi kalau bawa anak ke sini mending naik taxi deh.

 

Ada antrian cukup panjang menuju stasiun tram yang membawa kita naik ke puncak bukit. Ini mengingatkan saya pada tram ke The Peak Hong Kong. Tapi tram menuju Seoul N-Tower ini kecil, sumpek dan lampunya mati! Gak banget deh buat turis. Sampai di atas, pemandangan lampu-lampu Seoul indah sekali. Suasananya romantis dan ada area khusus untuk menggantungkan ‘gembok cinta’! Tapi saya datang sendirian jadi ya… gitu deh!

 

MYONG-DONG

Turun dari Seoul Tower saya kembali ke Myong Dong. Ini area hits yang menyenangkan. Isinya gang dan jalanan dengan paving block yang rapi. Jadi semacam open space mall untuk pejalan kaki. Area Myong Dong penuh dengan toko dan kios kecil sepanjang jalanan. Mau beli oleh-oleh masker muka, krim tangan dan berbagai kecentilan ala Korea, di sini tempatnya!

@andideasy ngotot saya harus mencoba JjimDak. Korean delicacy yang rasanya seperti semur ayam. Setelah perjuangan mengikuti petunjuk Deasy panjang lebar di whatsapp saya pun menemukan restoran yang dimaksud di salah satu gang Myong-dong yang ramai. Masalah baru, ukurannya piringnya raksasa! Habiskan gak nih? :p

Eh ketemu cewek-cewek kece ini! Sahabat saya Dessey, Aliya dan Hanna sedang jalan-jalan di Myong Dong juga. Seru banget lho mereka bikin girls trip ke Korea! Penutup cantik untuk traveling ke Seoul ini adalah ketemu dengan orang Indonesia di tengah hingar bingar Myong Dong! Cihuy!

 

Tentu saja masih banyak lokasi di Seoul dan di luar Seoul yang belum saya kunjungi. Saya yakin akan butuh lebih dari 7 hari untuk menikmati Korea. Kapan lagi ya bisa ke sini?

 

Ligwina

ITINERARY 1 Hari

  • Lari pagi di pinggiran sungai Han Gang.
  • Sarapan pagi di cafe dekat hotel.
  • Berkunjung ke Insa-dong.
  • Jalan-jalan di Samcheong-dong.
  • Menikmati Bukchon Village.
  • Mendaki ke bukit Seoul N-Tower
  • Makan malam dan jalan-jalan di Myong Dong

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *